Aku tidak mau larut dalam kesedihan ini, karena sesungguhnya aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Syetanlan yang terus emainkan pemikiranku dan kesedihanku, sehingga aku selalu takut, ragu dan gelisah. Aku takut ditinggalkan kemudian sendirian. Padahal, seperti yang aku pernah baca, sesungguhnya kesulitan itu akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh oleh orang-orang yang shaleh, merupakan wujud dari tiran adalah sebuah penyerahan diri kepada Dzat yang maha Esa, sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, sebuah upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, sebuah persiapan untuk menghadapi sang Tuan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada Dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi jauh lebih besar dan kesalahan yang ditutupi jauh lebih besar (La Tahzan : Dr. ‘Aidh al-Qarni)
Sebelum membaca hal tersebut dalam pikiranku yang sedang sedih, aku malah selalu bertanya, kenapa ini menimpaku, apakah ini karma untukku, ataukah apakah aku tidak pantas menerima kebahagiaan itu… tapi setelah aku renungi dan pahami, ya memang benar sebuah kesulitan akan membawa kita ke tingkat keimanan yang lebih daripada saat kita sedang dilimpahi kebahagiaan, diakui atau tidak. Yang jadi masalah disini, setelah kesulitan itu mereda dan berubah menjadi kebahagiaan, akankan dzikir2 yang selalu kita panjatkan, doa yang selalu kita mohonkan, ibadah yang selalu kita lakukan, dan sabar dan ikhlas yang selalu kita terapkan akan tetap pada kadar yang sama seerti saat kita mendapat kesulitan ? jawabanya, bisa ya, bisa tidak..tapi lebih banyak orang yang kehilangan saat iman itu berada di tingkat yang lebih tinggi dari biasanya.
Sebenarnya, menurut saya disitulah kita di uji, saat kebahagiaan berubah menjadi kesedihan dan saat kesedihan berubah menjadi kebahagiaan. Mengapa? Karena disitulah esensi dari tiap cobaan yang menimpa kita. Sesungguhnya keimanan kita diuji pada saat tahap pergantian keadaan itu. Karena disitulah ada suatu euphoria yang dapat merubah Iman kita, pandangan kita, kesabaran, kekuatan, perasaan, tingkat emosi, pemikiran dan kesadaran kita. Terutam tingkat kewaspadaan kita terhapa segala sesauatu yang akan terjadi dan harus kita hadapi Disitu juga logika kita dipermainkan, misalnya saja saat kita terbiasa hidup bahagia, atau yang biasa kita sebut dalam zona nyaman..tiba-tiba semuanya berubah, ada yang meninggalkan kita, pemikiran dan emosi memaksa kita untuk memproses sebuah perasaan sedih, stress, menyalahkan diri sendiri, depresi, putus asa dan sebagainya. Dari situlah kita dipermainkan, ada saatnya kita menjadi goyah dan kemudian menyalahkan Rabb atas segala yang terjadi atau ada saatnya iman kita tiba-tiba meningkat, doa-doa selalu kita panjatkan, dzikir pun tak pernah terlepas dari lisan dan pikiran. Sampai suatu saat Allah menjawab kesedihan kita, dan ada sebuah kebahagiaan atau nikmat yang datang pada kita, kita larut dalam kebahagiaan itu kemudian mulai lupa dengan segala “aktivitas” yang biasa kita lakukan, kita sering tidak sadar bahwa kebahagiaan yang datang pada kita ada kalanya justru ujian yang lebih berat dari pada kesulitan yang datang pada kita. Perasaan gembira yang meluap-luap terkadang menurunkan tingkat kewaspadaan kita akan Qada yang terjadi dan tingkat Iman kita.
Tapi sesungguhnya, tidak semua teori itu berlaku, banyak orang yang bisa tetap istiqomah dalam keadaan apapun, dia akan menjalani semua dengan tenang dan penuh rasa syukur, keikhlasan dan hanya mengharap keridhaanNya. Kesedihan dan kebahagiaan ia jalani dengan iringan ucapan rasa syukur, isighfar, dzikir dan doa. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang terakhir, karena hidup tidak boleh sia-sia. Dan sesungguhnya Tidak ada yang menyatakan bahwa Tidak ada yang menyatakan hari itu selain Allah..
Jumat, 27 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Heloo...bikin blog (lagi)
ehmm
ini adalah blog ke tiga yang saya buat, setelah sy lupa alamat ketiga blog saya sebelumnya..hahha...entah kenapa, otak saya susah sekali mengingat nama yang baru apalagi nama yang dibuat dengan maksud yang implisit.
tapi ada yang menarik di sini, ketiga blog saya sebelumnya dibuat dengan tahun yang berbeda, tentu saja saya sekarang sudah sedikit dewasa (yeaahh rite..)
tidak ada rencana saya ingin mengisi apa blog ini,, tapi..semoga apa yang saya tulis bisa menjadi insprirasi atau bahkan hanya sebagai pengusir sepi.
karena..menulis adalah hobi, meskipun belum ada konsistensi dalam menulis, apalagi mengisi blog.
(paper saya saja selalu datang dan menumpuk di tepi meja)
selamat menikmati.
ini adalah blog ke tiga yang saya buat, setelah sy lupa alamat ketiga blog saya sebelumnya..hahha...entah kenapa, otak saya susah sekali mengingat nama yang baru apalagi nama yang dibuat dengan maksud yang implisit.
tapi ada yang menarik di sini, ketiga blog saya sebelumnya dibuat dengan tahun yang berbeda, tentu saja saya sekarang sudah sedikit dewasa (yeaahh rite..)
tidak ada rencana saya ingin mengisi apa blog ini,, tapi..semoga apa yang saya tulis bisa menjadi insprirasi atau bahkan hanya sebagai pengusir sepi.
karena..menulis adalah hobi, meskipun belum ada konsistensi dalam menulis, apalagi mengisi blog.
(paper saya saja selalu datang dan menumpuk di tepi meja)
selamat menikmati.
Langganan:
Postingan (Atom)