-teh itu, salah satu caraku mengusir sepi
seperti menari, adalah salah satu caraku menghilangkan sedih-
-coklat itu, salah satu caraku menghibur diri
seperti bernyanyi, salah satu caraku berekspresi-
-memasak itu, salah satu caraku berimajinasi
bukan sekedar itu,,
seperti pisau menjadi eksistensiku
karena memasak tanpa pisau, mana bisa-
--------
lalu menulis?
adalah salah satu caraku berekspresi, berimajinasi, dan mengusir sepi..rasa.
dan kamu?
kamu adalah salah satu inspirasi dalam teh, tarian, nyayian, coklat, dan masakan..
tapi bukan pisau..kan?
dan menulis tentang kamu..
adalah ..
salah salah satu caraku berkomunikasi.
-kamu-
Goettingen, 23 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
Selasa, 20 Desember 2011
-ritual pagi-
sudah lama aku tidak menyapa pagi dengan senyuman
sebuah deringan hape dengan lagu yang sama di jam yang sama
dan suara yang sama di seberang sana
"heh bayi..bangun, sholat subuh"
ah..lalu sebentar saja omelannya sudah panjang
kulirik jam, ya ampun baru setengah lima lebih seperempat
dan dia mengomel sudah sepanjang itu
"iya, aku bangun"
jawabku seperti biasa
dengan mata masih terpejam, aku buka kamar
dan ku dengar alunan adzan dan lantunan ayat suci
sejuk
dan kumulai ritual membuka jendela
"kalau pagi itu, buka jendelanya, biar rejekinya masuk"
hahaha...percaya tidak percaya, tapi harus aku percaya
dan aku sudah melakukan itu bertahun tahun
ritual membuka jendela
dan membiarkan udara subuh menyapa
"pokoknya, aku mau segera..jangan lama lama"
kalau sudah begitu aku tau
dia pasti rindu.
sejuk
---------
"anak gadis, ga baik tidur habis subuh"
lalu giliran deringan telpon selanjutnya
dan aku hanya tertawa, mendengar suara yang menyejukan diseberang sana
"tadi abis jalan, biar sehat, latihan ke tanah suci"
dan bibirku pun membentuk sebuah senyuman kecil
membayangkan ekspresi dua orang yang sangat ku sayang
dengan ritual jalan pagi mereka
kadang bersama si kecill
cucu tercinta, yang selalu minta ditemani
setiap pagi
ramai
"ini ada ubi rebus, ada megono, ada....ga pingin pulang?"
canda beliau setiap kali ada kesempatan menelpon
dan sang ibu bicara
"jangan suka menggoda anak gitu ah, kasian"
lalu aku tersenyum
ah
aku tau, seringkali beliau mengatakan makanan
untuk mengatakan
kalau beliau rindu, ingin bertemu.
dan kalau si kakak
hanya bilang
"kamu kemana aja si, di bls dong pesannya, dasar"
hahaha...maafkan kadang lupa
--------------------------------------
deringan bbm seringkali bergetar
kadang penting, kadang maha penting
setiap kali aku melihat
pesan yang masuk
hanya sekedar sapaan
"hei"
"hoi"
atau "oi"
lalu mengalir percakapan di hari itu
tdk hanya pada satu topik
tapi topik topik hangat
seperti majalah gosip
yang mengalir
lalu dia
menutupnya dengan see you
kalian menutupnya
dengan
ati ati,
baik baik ya
sehat sehat
Ping
besok ngepet lagi
ya
kung
besok lagi ya
nong
aku telpon ya
hePing
kemana aja
--------------------------
-selalu ada saja hal sederhana yang membuat aku selalu ingin bertemu-
sebuah deringan hape dengan lagu yang sama di jam yang sama
dan suara yang sama di seberang sana
"heh bayi..bangun, sholat subuh"
ah..lalu sebentar saja omelannya sudah panjang
kulirik jam, ya ampun baru setengah lima lebih seperempat
dan dia mengomel sudah sepanjang itu
"iya, aku bangun"
jawabku seperti biasa
dengan mata masih terpejam, aku buka kamar
dan ku dengar alunan adzan dan lantunan ayat suci
sejuk
dan kumulai ritual membuka jendela
"kalau pagi itu, buka jendelanya, biar rejekinya masuk"
hahaha...percaya tidak percaya, tapi harus aku percaya
dan aku sudah melakukan itu bertahun tahun
ritual membuka jendela
dan membiarkan udara subuh menyapa
"pokoknya, aku mau segera..jangan lama lama"
kalau sudah begitu aku tau
dia pasti rindu.
sejuk
---------
"anak gadis, ga baik tidur habis subuh"
lalu giliran deringan telpon selanjutnya
dan aku hanya tertawa, mendengar suara yang menyejukan diseberang sana
"tadi abis jalan, biar sehat, latihan ke tanah suci"
dan bibirku pun membentuk sebuah senyuman kecil
membayangkan ekspresi dua orang yang sangat ku sayang
dengan ritual jalan pagi mereka
kadang bersama si kecill
cucu tercinta, yang selalu minta ditemani
setiap pagi
ramai
"ini ada ubi rebus, ada megono, ada....ga pingin pulang?"
canda beliau setiap kali ada kesempatan menelpon
dan sang ibu bicara
"jangan suka menggoda anak gitu ah, kasian"
lalu aku tersenyum
ah
aku tau, seringkali beliau mengatakan makanan
untuk mengatakan
kalau beliau rindu, ingin bertemu.
dan kalau si kakak
hanya bilang
"kamu kemana aja si, di bls dong pesannya, dasar"
hahaha...maafkan kadang lupa
--------------------------------------
deringan bbm seringkali bergetar
kadang penting, kadang maha penting
setiap kali aku melihat
pesan yang masuk
hanya sekedar sapaan
"hei"
"hoi"
atau "oi"
lalu mengalir percakapan di hari itu
tdk hanya pada satu topik
tapi topik topik hangat
seperti majalah gosip
yang mengalir
lalu dia
menutupnya dengan see you
kalian menutupnya
dengan
ati ati,
baik baik ya
sehat sehat
Ping
besok ngepet lagi
ya
kung
besok lagi ya
nong
aku telpon ya
hePing
kemana aja
--------------------------
Source: makeyourownmiracles.tumblr.com via Emily on Pinterest
-selalu ada saja hal sederhana yang membuat aku selalu ingin bertemu-
Minggu, 18 Desember 2011
-Lo*e-
God is a good director
so what should we worry?
be apart?
Cannot stay together here?
what should you?
What should I?
we never know...
here...is...me..
there is you
with little life of sanity
akan indah apabila kita meletakan Tuhan diantaranya
if you love someone..let him go, if those things can make him better
-I call you Love-
so what should we worry?
be apart?
Cannot stay together here?
what should you?
What should I?
we never know...
here...is...me..
there is you
with little life of sanity
Source: weheartit.com via Samantha on Pinterest
akan indah apabila kita meletakan Tuhan diantaranya
if you love someone..let him go, if those things can make him better
Source: Uploaded by user via Alle on Pinterest
-I call you Love-
Kami dan Salju
mungkin kalau orang eropa baca ini pasti terheran heran, segitunya amat si pingin liat salju
hahhaa
jadi begini
maklum, saya, teman teman saya, adalah anak anak asia (Indonesia) dimana apabila salju
turun di Indonesia itu mungkin berarti kiamat sudah dekat #sigghh
dari awal kami datang ke Eropa, kami semua mempersiapkan diri demi melihat salju dan merasakan dinginya salju, sesuatu yang dalam dua puluh sekian tahun kehidupan kami belum pernah kami lihat sebelumnya. Selama eksistensi kami sebagai manusia, hidup di negara tropis dengan dua iklim.
dan gosip gosip winter sudah kami dengar sejak sebulan lalu, kami menunggu waktu tibanya menikmati momen pertama melihat salju, memegangnya dan berencana menjadikannya es campur
hahhaha
kami sampai bertanya kepada orang jerman yang kami kenal, bagaimana rasanya salju, kapan salju turun dan sebagainya.sampai mereka berkomentar, "tenanf saja, kalian akan merasakan gelapnya hari sampai beberapa bulan ke depan:))"
dan yang paling keramat dari salju adaah
entah bagaimana, kami mendeclarasikan keterlambatan beasiswa karena menunggu salju turun, keterlamatan salju turun (harusnya turun awal desember) menunggu beasiswa kami ahhaha
hubungannya mungkin sulit di gambarkan dengan angka, grafik maupun logika matematik
atau mungkin karena kami suadah tidak bisa logis lagi dalam hal ini entahlah
dan ini lho eksistensi salju
berasa banget..apalagi tadi kami ketemu dengan si "pemberi" beasiswa..semoga kabar baik segera datang..Bukanya kami percaya pertanda
hahhaa
jadi begini
maklum, saya, teman teman saya, adalah anak anak asia (Indonesia) dimana apabila salju
turun di Indonesia itu mungkin berarti kiamat sudah dekat #sigghh
dari awal kami datang ke Eropa, kami semua mempersiapkan diri demi melihat salju dan merasakan dinginya salju, sesuatu yang dalam dua puluh sekian tahun kehidupan kami belum pernah kami lihat sebelumnya. Selama eksistensi kami sebagai manusia, hidup di negara tropis dengan dua iklim.
dan gosip gosip winter sudah kami dengar sejak sebulan lalu, kami menunggu waktu tibanya menikmati momen pertama melihat salju, memegangnya dan berencana menjadikannya es campur
hahhaha
kami sampai bertanya kepada orang jerman yang kami kenal, bagaimana rasanya salju, kapan salju turun dan sebagainya.sampai mereka berkomentar, "tenanf saja, kalian akan merasakan gelapnya hari sampai beberapa bulan ke depan:))"
dan yang paling keramat dari salju adaah
entah bagaimana, kami mendeclarasikan keterlambatan beasiswa karena menunggu salju turun, keterlamatan salju turun (harusnya turun awal desember) menunggu beasiswa kami ahhaha
hubungannya mungkin sulit di gambarkan dengan angka, grafik maupun logika matematik
atau mungkin karena kami suadah tidak bisa logis lagi dalam hal ini entahlah
dan ini lho eksistensi salju
Source: weheartit.com via Julia on Pinterest
Quoted today
First time I saw it, I wonder that its very inspiring site..
I found many cute fun and inspiring stuff there..weww....
maybe my desire to make a picture "melukis" gonna be real today
by this picture
love it!
I found many cute fun and inspiring stuff there..weww....
maybe my desire to make a picture "melukis" gonna be real today
by this picture
love it!
Source: iamsammieandiwillbethin.tumblr.com via Cher on Pinterest
Sabtu, 17 Desember 2011
ingin melukis
ingin melukis
bukan merangkai
akan susah menyusun sesuatu yang berurutan
ingin melukis
bukan menyanyi
akan susah untuk mengingat nada...sumbang.
ingin melukis
bukan menari
irama itu, tak sesuai langkah..terlalu lambat.
pelan.
ingin melukis
bukan bermusik
nada nada indah itu, tak akan sama
jika jemari ini yang memainkanya
ingin melukis
sekaligus
menari
sekaligus bernyanyi
sekaligus merangkai
sekaligus
bermusik
biar berwarna, biar bernada, biar tersusun,
biar bermakna, biar sempurna
nah kan...oportunis.
lalu..
canvas sudah ada
pensil sudah ada
lalu
menunggu objeknya.
lama
-baiklah sekarang aku mengalah
aku tuliskan saja disini ya
cuma ini caraku bercerita
berbagi rasa
besok
aku ingin melukis.
aku janji.
Goettingen, 18 December 2011
bukan merangkai
akan susah menyusun sesuatu yang berurutan
ingin melukis
bukan menyanyi
akan susah untuk mengingat nada...sumbang.
ingin melukis
bukan menari
irama itu, tak sesuai langkah..terlalu lambat.
pelan.
ingin melukis
bukan bermusik
nada nada indah itu, tak akan sama
jika jemari ini yang memainkanya
ingin melukis
sekaligus
menari
sekaligus bernyanyi
sekaligus merangkai
sekaligus
bermusik
biar berwarna, biar bernada, biar tersusun,
biar bermakna, biar sempurna
nah kan...oportunis.
lalu..
canvas sudah ada
pensil sudah ada
lalu
menunggu objeknya.
lama
Source: atomicblonde.tumblr.com via Mari on Pinterest
-baiklah sekarang aku mengalah
aku tuliskan saja disini ya
cuma ini caraku bercerita
berbagi rasa
besok
aku ingin melukis.
aku janji.
Goettingen, 18 December 2011
Senin, 12 Desember 2011
Dia sahabat
Minggu, 11 Desember 2011
Berdamai dengan pilihan
kadang kala, kita hidup dihadapkan pada banyak pilihan, sering kan mendengar istilah "hidup itu pilihan"
dari mulai pilihan baju, pilihan pensil, buku, sekolah bahkan yang terberat adalah pilihan jalan hidup.
kita memilih, bukan saja karena ingin yang terbaik, terhebat, termegah...tapi karena beberapa alasan yang terkadang bukan keinginan kita. kata lain, terpaksa.mungkin banyak yang mengatakan pilihan datang karena kemungkinan terbaik yang bisa kita punya...pilihan menantukan nasib kita,
kalau yang itu saya setuju.
kadang, pilihan bisa sangat mudah untuk di tentukan, apabila kita sudah punya cerita dari masing masing hal yang kita pilih. tapi pilihan juga bisa sangat membebani hati, apabila beberapa opsi yang harus kita pilih, mungkin bukan apa yang kita inginkan. Kadang juga, pilihan jatuh pada apa yang di sebut "tidak ada pilihan lain" #sigghhh
dan istilah, setiap pilihan ada resikonya. ya itu benar, kalau dalam teori ekonomi, mungkin kita pernah mengenal istilah oppportunity cost. bayaran atas sebuah pilihan yang dibuat, biaya korbanan untuk sesuatu yang kita tinggalkan sebelumnya. untuk pekerjaan contohnya, memilih bekerja kantoran, resikonya adalah waktu yang tdk bisa kita atur,akan tetapi, kita bisa safe dengan kondisi keuangan. bekerja wiraswasta resikonya adalah uang yang kadangkala datang tak menentu, akan tetapi eksistensi dan waktu bisa kita kendalikan. yah...itu pilihan.
Teman teman saya sering mengeluhkan tentang pilihan pekerjaan mereka, kadang dalam tampak muka (emnurut saya) pekerjaan mereka adalah luar biasa, bayangkan, mereka harus berkompetisi dengan puluhan bahkan ratusan orang untuk mendapatkan pekerjaan itu. bergengsi. perusahaan besar.bergaji besar.karir pasti. apa lagi? tapi ternyata, setelah beberapa bulan bekerja, seringkali ada keluhan yang mampir dr bibir mereka. bosan.capek. ingin gaji yang lebih besar.tidak nyaman. tidak cocok. kadang saya habis pikir, bagaimana bisa. padahal disetiap kontrak dan jobdesk lowongan pekerjaan jelas jelas disebutkan jenis pekerjaanya. huuftt..mungkin karena saya tidak pernah mengalami hal seperti mereka hahaha...(kelihatannya). kadang teman saya juga berpikir "kamu enak ya, sekolah s2, gratis pula, ga mikir kerjaan" aahh padahal semua kembali ke pilihan, hanya waktu yang menundanya. nanti juga saya akan merasakan hal yang sama.
ahahha....mungkin kalau keluhan kami disatukan, pasti serba salah. teman teman saya mengeluh capek karena ritme kerja, sedangkan saya, mengeluh capek karena bosan menunggu waktu kapan saya bisa bekerja, mereka tidak tau betapa irinya saya atas apa yang mereka punya, dunia yang berbeda.
dan saat itu saya sadar. ternyata..tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. semua tampak lebih baik dari apa yang dia punya atas pilihan yang sudah dibuat. selalu ada yang cacat dari setiap pilihan.
yang sempurna adalah orang orang yang bersyukur. karena mereka selalu menikmati setiap apa yang mereka jalani, menjalani dengan ikhlas, dan mensyukuri setiap "cost" yang mereka harus terima.
kita belajar. saya? tentu. meski kalau saat rasa bosan dan sepi datang, saya juga ingin berlari pergi. menemukan apa yang saya cari, kadang saya merasa.mempunyai dunia lain yang ingin saya ciptakan dari keinginan. saya kehilangan banyak hal atas apa yang saya pilih, prestasi, pengalaman, kesempatan, teman,keluarga.kebersamaan dan waktu. tapi itu hanya karena saya, yang mungkin kurang bersyukur.
ternyata
pilihan berharga mahal adalah cita cita. dan komitmen untuk meraihnya.
maka belajar berdamai dengan pilihan adalah hal terberat sekaligus jalan keluar :))
"its does not matter what you go trough, but you get from what you go trough. Never give Up. There is hope for you -Wliiam Ankrah-
Only the mind can make the right decisions, but undeniably. the heart decides for your happiness even when its wrong #ihatequotes
dari mulai pilihan baju, pilihan pensil, buku, sekolah bahkan yang terberat adalah pilihan jalan hidup.
kita memilih, bukan saja karena ingin yang terbaik, terhebat, termegah...tapi karena beberapa alasan yang terkadang bukan keinginan kita. kata lain, terpaksa.mungkin banyak yang mengatakan pilihan datang karena kemungkinan terbaik yang bisa kita punya...pilihan menantukan nasib kita,
kalau yang itu saya setuju.
kadang, pilihan bisa sangat mudah untuk di tentukan, apabila kita sudah punya cerita dari masing masing hal yang kita pilih. tapi pilihan juga bisa sangat membebani hati, apabila beberapa opsi yang harus kita pilih, mungkin bukan apa yang kita inginkan. Kadang juga, pilihan jatuh pada apa yang di sebut "tidak ada pilihan lain" #sigghhh
dan istilah, setiap pilihan ada resikonya. ya itu benar, kalau dalam teori ekonomi, mungkin kita pernah mengenal istilah oppportunity cost. bayaran atas sebuah pilihan yang dibuat, biaya korbanan untuk sesuatu yang kita tinggalkan sebelumnya. untuk pekerjaan contohnya, memilih bekerja kantoran, resikonya adalah waktu yang tdk bisa kita atur,akan tetapi, kita bisa safe dengan kondisi keuangan. bekerja wiraswasta resikonya adalah uang yang kadangkala datang tak menentu, akan tetapi eksistensi dan waktu bisa kita kendalikan. yah...itu pilihan.
Teman teman saya sering mengeluhkan tentang pilihan pekerjaan mereka, kadang dalam tampak muka (emnurut saya) pekerjaan mereka adalah luar biasa, bayangkan, mereka harus berkompetisi dengan puluhan bahkan ratusan orang untuk mendapatkan pekerjaan itu. bergengsi. perusahaan besar.bergaji besar.karir pasti. apa lagi? tapi ternyata, setelah beberapa bulan bekerja, seringkali ada keluhan yang mampir dr bibir mereka. bosan.capek. ingin gaji yang lebih besar.tidak nyaman. tidak cocok. kadang saya habis pikir, bagaimana bisa. padahal disetiap kontrak dan jobdesk lowongan pekerjaan jelas jelas disebutkan jenis pekerjaanya. huuftt..mungkin karena saya tidak pernah mengalami hal seperti mereka hahaha...(kelihatannya). kadang teman saya juga berpikir "kamu enak ya, sekolah s2, gratis pula, ga mikir kerjaan" aahh padahal semua kembali ke pilihan, hanya waktu yang menundanya. nanti juga saya akan merasakan hal yang sama.
ahahha....mungkin kalau keluhan kami disatukan, pasti serba salah. teman teman saya mengeluh capek karena ritme kerja, sedangkan saya, mengeluh capek karena bosan menunggu waktu kapan saya bisa bekerja, mereka tidak tau betapa irinya saya atas apa yang mereka punya, dunia yang berbeda.
dan saat itu saya sadar. ternyata..tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. semua tampak lebih baik dari apa yang dia punya atas pilihan yang sudah dibuat. selalu ada yang cacat dari setiap pilihan.
yang sempurna adalah orang orang yang bersyukur. karena mereka selalu menikmati setiap apa yang mereka jalani, menjalani dengan ikhlas, dan mensyukuri setiap "cost" yang mereka harus terima.
kita belajar. saya? tentu. meski kalau saat rasa bosan dan sepi datang, saya juga ingin berlari pergi. menemukan apa yang saya cari, kadang saya merasa.mempunyai dunia lain yang ingin saya ciptakan dari keinginan. saya kehilangan banyak hal atas apa yang saya pilih, prestasi, pengalaman, kesempatan, teman,keluarga.kebersamaan dan waktu. tapi itu hanya karena saya, yang mungkin kurang bersyukur.
ternyata
pilihan berharga mahal adalah cita cita. dan komitmen untuk meraihnya.
maka belajar berdamai dengan pilihan adalah hal terberat sekaligus jalan keluar :))
"its does not matter what you go trough, but you get from what you go trough. Never give Up. There is hope for you -Wliiam Ankrah-
Only the mind can make the right decisions, but undeniably. the heart decides for your happiness even when its wrong #ihatequotes
Sabtu, 03 Desember 2011
Kabar Palsu a.ak.a Gosip
Gosip?
salah satu acara terfaforit yang saya bahkan sebagian besar perempuan menontonnya seperti
para bisnismen menonton berita ttg ekonomi di pagi hari.
bahkan, ketika membuka halaman suatu situs berita online, yang membuat menarik pertama kali adalah gosip :))
padahal kalau di pikir, gosipin artis apa pentingnya si, kadang kadang juga gak meaning gosipnya, masa cuman artis kesandung aja, gosipnya apaan tau. apa lagi kadang kadang pemberitaannya berulang ulang setiap hari, pemberitaan perceraian, gaya terbaru, bulu mata antai badai dan jambul katulistiwa (yeaahh ritee...sampai bosen sayah)
saya pikir si gosip ga cuman di inpotemen aja yah, beberapa waktu ini saya menjadi korban gosip (yeaahh rite, berasa artis terkenal saya). bukan karena asmara saya yang diumbar di inpotemen, bukan pula karena kenaikan berat badan saya yang drastis, dan kemudian saya di tuduh berbadan dua, apalagi operasi plastik (yeaaahh rite)
jadi (masih) tentang "keberlangsungan hidup" saya di negeri orang ini (baca tulisan sebelumnya dgn judul winter dan yang ditunggu tdk datang datang) disitu sudah jelas sekali terpampang jumlah besaran utang kami.
jadi gosip yang beredar diantara kami kami ini, "student" yang masih degdegan menunggu gosip kapan "yangpalingditunggu" datang adalah, "it" akan datang pada bulan oktober, lalu kemudian di ralat akhir November, kami sudah bahagia jingkrak jingkrak tuh, daftar belanjaan sudah kami susun, daftar kunjungan ke kota sebelah dan jalan melihat situs sejarah sudah kami rencanakan. mendekati akhir bulan, kami sudah rajin rahin mengecek rekening.
dan voila
kabar baik akhirnya datang
yah, sebuah pemberitaan resmi mengatakan :
"it" akan datang minggu kedua bulan desember, bukan berarti kami bisa menerima bulan desember ya, hmm...yah..seperti diketahui banyak orang, "it" akan turun melewati berbagai macam institusi, dan kadang ni , kadang aja lho kalau sudah bertem yang namanya birokrasi, si "it" suka mundur waktunya, jadi kemungkinan besar akhir desember baru masuk rekening kita.
Tapi, setelah gosip akhir november tidak terbukti, dan membuat hati kami hancur berkeping keping #siigghhhhhhh...kami tidak lagi berani percaya gosip seresmi apapun itu, kami menetapkan. januari sebagai bulan sakral.
sAmpai Januari belum turun berarti...kami demo bakar bakar ban, pakai coat atau baju dingin berbahan karpet, dan makan kertas :((
Deklarasi Gosip.
Goettingen, 3 Desember 2011.
salah satu acara terfaforit yang saya bahkan sebagian besar perempuan menontonnya seperti
para bisnismen menonton berita ttg ekonomi di pagi hari.
bahkan, ketika membuka halaman suatu situs berita online, yang membuat menarik pertama kali adalah gosip :))
padahal kalau di pikir, gosipin artis apa pentingnya si, kadang kadang juga gak meaning gosipnya, masa cuman artis kesandung aja, gosipnya apaan tau. apa lagi kadang kadang pemberitaannya berulang ulang setiap hari, pemberitaan perceraian, gaya terbaru, bulu mata antai badai dan jambul katulistiwa (yeaahh ritee...sampai bosen sayah)
saya pikir si gosip ga cuman di inpotemen aja yah, beberapa waktu ini saya menjadi korban gosip (yeaahh rite, berasa artis terkenal saya). bukan karena asmara saya yang diumbar di inpotemen, bukan pula karena kenaikan berat badan saya yang drastis, dan kemudian saya di tuduh berbadan dua, apalagi operasi plastik (yeaaahh rite)
jadi (
jadi gosip yang beredar diantara kami kami ini, "student" yang masih degdegan menunggu gosip kapan "yangpalingditunggu" datang adalah, "it" akan datang pada bulan oktober, lalu kemudian di ralat akhir November, kami sudah bahagia jingkrak jingkrak tuh, daftar belanjaan sudah kami susun, daftar kunjungan ke kota sebelah dan jalan melihat situs sejarah sudah kami rencanakan. mendekati akhir bulan, kami sudah rajin rahin mengecek rekening.
dan voila
kabar baik akhirnya datang
yah, sebuah pemberitaan resmi mengatakan :
"it" akan datang minggu kedua bulan desember, bukan berarti kami bisa menerima bulan desember ya, hmm...yah..seperti diketahui banyak orang, "it" akan turun melewati berbagai macam institusi, dan
Source: weheartit.com via Katie on Pinterest
Tapi, setelah gosip akhir november tidak terbukti, dan membuat hati kami hancur berkeping keping #siigghhhhhhh...kami tidak lagi berani percaya gosip seresmi apapun itu, kami menetapkan. januari sebagai bulan sakral.
sAmpai Januari belum turun berarti...kami demo bakar bakar ban, pakai coat atau baju dingin berbahan karpet, dan makan kertas :((
Deklarasi Gosip.
Goettingen, 3 Desember 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)









