kadang kala, kita hidup dihadapkan pada banyak pilihan, sering kan mendengar istilah "hidup itu pilihan"
dari mulai pilihan baju, pilihan pensil, buku, sekolah bahkan yang terberat adalah pilihan jalan hidup.
kita memilih, bukan saja karena ingin yang terbaik, terhebat, termegah...tapi karena beberapa alasan yang terkadang bukan keinginan kita. kata lain, terpaksa.mungkin banyak yang mengatakan pilihan datang karena kemungkinan terbaik yang bisa kita punya...pilihan menantukan nasib kita,
kalau yang itu saya setuju.
kadang, pilihan bisa sangat mudah untuk di tentukan, apabila kita sudah punya cerita dari masing masing hal yang kita pilih. tapi pilihan juga bisa sangat membebani hati, apabila beberapa opsi yang harus kita pilih, mungkin bukan apa yang kita inginkan. Kadang juga, pilihan jatuh pada apa yang di sebut "tidak ada pilihan lain" #sigghhh
dan istilah, setiap pilihan ada resikonya. ya itu benar, kalau dalam teori ekonomi, mungkin kita pernah mengenal istilah oppportunity cost. bayaran atas sebuah pilihan yang dibuat, biaya korbanan untuk sesuatu yang kita tinggalkan sebelumnya. untuk pekerjaan contohnya, memilih bekerja kantoran, resikonya adalah waktu yang tdk bisa kita atur,akan tetapi, kita bisa safe dengan kondisi keuangan. bekerja wiraswasta resikonya adalah uang yang kadangkala datang tak menentu, akan tetapi eksistensi dan waktu bisa kita kendalikan. yah...itu pilihan.
Teman teman saya sering mengeluhkan tentang pilihan pekerjaan mereka, kadang dalam tampak muka (emnurut saya) pekerjaan mereka adalah luar biasa, bayangkan, mereka harus berkompetisi dengan puluhan bahkan ratusan orang untuk mendapatkan pekerjaan itu. bergengsi. perusahaan besar.bergaji besar.karir pasti. apa lagi? tapi ternyata, setelah beberapa bulan bekerja, seringkali ada keluhan yang mampir dr bibir mereka. bosan.capek. ingin gaji yang lebih besar.tidak nyaman. tidak cocok. kadang saya habis pikir, bagaimana bisa. padahal disetiap kontrak dan jobdesk lowongan pekerjaan jelas jelas disebutkan jenis pekerjaanya. huuftt..mungkin karena saya tidak pernah mengalami hal seperti mereka hahaha...(kelihatannya). kadang teman saya juga berpikir "kamu enak ya, sekolah s2, gratis pula, ga mikir kerjaan" aahh padahal semua kembali ke pilihan, hanya waktu yang menundanya. nanti juga saya akan merasakan hal yang sama.
ahahha....mungkin kalau keluhan kami disatukan, pasti serba salah. teman teman saya mengeluh capek karena ritme kerja, sedangkan saya, mengeluh capek karena bosan menunggu waktu kapan saya bisa bekerja, mereka tidak tau betapa irinya saya atas apa yang mereka punya, dunia yang berbeda.
dan saat itu saya sadar. ternyata..tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. semua tampak lebih baik dari apa yang dia punya atas pilihan yang sudah dibuat. selalu ada yang cacat dari setiap pilihan.
yang sempurna adalah orang orang yang bersyukur. karena mereka selalu menikmati setiap apa yang mereka jalani, menjalani dengan ikhlas, dan mensyukuri setiap "cost" yang mereka harus terima.
kita belajar. saya? tentu. meski kalau saat rasa bosan dan sepi datang, saya juga ingin berlari pergi. menemukan apa yang saya cari, kadang saya merasa.mempunyai dunia lain yang ingin saya ciptakan dari keinginan. saya kehilangan banyak hal atas apa yang saya pilih, prestasi, pengalaman, kesempatan, teman,keluarga.kebersamaan dan waktu. tapi itu hanya karena saya, yang mungkin kurang bersyukur.
ternyata
pilihan berharga mahal adalah cita cita. dan komitmen untuk meraihnya.
maka belajar berdamai dengan pilihan adalah hal terberat sekaligus jalan keluar :))
"its does not matter what you go trough, but you get from what you go trough. Never give Up. There is hope for you -Wliiam Ankrah-
Only the mind can make the right decisions, but undeniably. the heart decides for your happiness even when its wrong #ihatequotes

Tidak ada komentar:
Posting Komentar