Senin, 27 Agustus 2012
Kepercayaan
Kepercayaan,
sebuah kata sederhana yang bagi sebagian orang..kata ini adalah sakral
disini kepercayaan bisa diartikan berbagai macam, karena saya bukan ahli bahasa mungkin saya membuatnya menjadi lebih sederhana. Kepercayaan adalah sesuatu yang membuat diri kita bisa melakukan sesuatu untuk kedua kali, dan membuat lingkungan sekitar kita membuat kita melakukanya dua kali..hal yang sama, sesuai yang mereka tuntutkan.
ribet? heheh...iya saya yang membacanya lagi juga ribet.
Jadi mungkin kepercayaan sederhananya : saya percaya kamu. berarti saya membiarkan kamu melakukan apa yg sy tuntutkan. saya disini bisa berarti individu, maupun sebuah sistem.
nah menjaga kepercayaan sebagaimana yg orang tau, sangat sulit. apalagi bagi saya. bagian yang tersulit disini adalah ketika kita menjaga diri kita memeprcayai apa yg kita tidak lihat. tujuan. yang kadang kala dipertanyakan dan membentuk sebuah kata : random. tak pasti. penuh resiko.
kepercayaan bahkan memiliki selang..yah untuk ketidak pastian. antara orang perorang memiliki selang yang berbeda satu sama lainn..berbagai pandangan, dogma, pengetahuan , tuntutan, lingkungan, dan kepentingan ada didalamnya.
"kepercayaan yang pasti adalah...kematian."
Selasa, 21 Agustus 2012
--ke--
aku menyimpan cerita
entah ini aku dapatkan dari mana
tapi yang pasti
ketika mereka ingin tahu
tak akan pernah kuberi tahu
karena
ketika aku memberi tahu
aku tahu ada yang akan terluka
atau setidaknya setidaknya
merasa curiga..atau ah berbagai rasa
Karena itu aku takut bicara tentang hati
maka aku tuliskan saja
atau ku simpan
dan mungkin akan aku kirimkan ke....
ah entah kemanaaa...........
-inspired by perahu kertas dee--
Jumat, 17 Agustus 2012
Dimensi.
sudah beberapa waktu ini, perempuan itu akrab dengan penantian,
sehari sebulan, setahun...barangkali sampai bosan perempuan itu menghitung angka
penantian bukan keinginan dia,
tapi pilihan.
perempuan itu duduk lurus menghadap jalan, ditempat yang sama, pada hari yang sama, dan jam yang sama sampai menjadi sebuah ritual beberapa waktu belakangan.
matanya lurus, memperhatikan sekitar, berharap siapa tau apa yang dia tunggu akan datang,
satu jam, dua jam...perempuan itu masih tetap bertahan.
perempuan itu menghela nafasnya panjang panjang, cuaca hari ini tidak begitu bersahabat.
biasanya..dia bisa menikmati waktu menunggu berjam jam tanpa ada yang mengganggu
tapi kali ini, rintik hujan tiba tiba datang tanpa permisi -------- beberapa waktu berlalu setelah penantian itu si Perempuan barangkali memutuskan menyerah atau pijakannya gamang hilang keseimbangan tok tuk tuik tok ah seperti bunyi jam dingding yang tak pernah berubah barangkali si perempuan menemukan apa yang dia cari atau detik di jam dinding itu sudang berbunyyi seperti nada sumbang
Perempuan itu tidak lagi menunggu diputuskan semua ritual yang dia punya dihapuskan semua jadwal jadwal yang telah dia susun berbulan bulan untuk menungu yang ditunggu datang -------
Di satu sudut kota, dengan berjarak kurang dari setngah inci bukan di peta tapi di dimensi nyata yang tak terukur jauhnya
seorang laki laki mencari dengan tatapan yang detail meneliti satu persatu di sepanjang jalan, ada kursi menatap jendela besar disisi jalan..ia amati barangkali ya barangkali ada seorang yang sedang menantinya seperti yang kerapkali ia bayangkan tuk tok tik tek derit sepatu itu tak berubah bunyinya langkah langkah yang setiap hari dia ciptakan. ia kadang melangkah cepat, kadang melangkah pelan, kadang dengan tarian seperti tak bosan rasanya nada itu diciptkan sebenarnya..ia hanya ingin membuat daya tarik.. agar orang meliriknya dan membuat nya menunggu
mungkin
sehari sebulan, setahun...barangkali sampai bosan perempuan itu menghitung angka
penantian bukan keinginan dia,
tapi pilihan.
perempuan itu duduk lurus menghadap jalan, ditempat yang sama, pada hari yang sama, dan jam yang sama sampai menjadi sebuah ritual beberapa waktu belakangan.
matanya lurus, memperhatikan sekitar, berharap siapa tau apa yang dia tunggu akan datang,
satu jam, dua jam...perempuan itu masih tetap bertahan.
perempuan itu menghela nafasnya panjang panjang, cuaca hari ini tidak begitu bersahabat.
biasanya..dia bisa menikmati waktu menunggu berjam jam tanpa ada yang mengganggu
tapi kali ini, rintik hujan tiba tiba datang tanpa permisi -------- beberapa waktu berlalu setelah penantian itu si Perempuan barangkali memutuskan menyerah atau pijakannya gamang hilang keseimbangan tok tuk tuik tok ah seperti bunyi jam dingding yang tak pernah berubah barangkali si perempuan menemukan apa yang dia cari atau detik di jam dinding itu sudang berbunyyi seperti nada sumbang
Perempuan itu tidak lagi menunggu diputuskan semua ritual yang dia punya dihapuskan semua jadwal jadwal yang telah dia susun berbulan bulan untuk menungu yang ditunggu datang -------
Di satu sudut kota, dengan berjarak kurang dari setngah inci bukan di peta tapi di dimensi nyata yang tak terukur jauhnya
seorang laki laki mencari dengan tatapan yang detail meneliti satu persatu di sepanjang jalan, ada kursi menatap jendela besar disisi jalan..ia amati barangkali ya barangkali ada seorang yang sedang menantinya seperti yang kerapkali ia bayangkan tuk tok tik tek derit sepatu itu tak berubah bunyinya langkah langkah yang setiap hari dia ciptakan. ia kadang melangkah cepat, kadang melangkah pelan, kadang dengan tarian seperti tak bosan rasanya nada itu diciptkan sebenarnya..ia hanya ingin membuat daya tarik.. agar orang meliriknya dan membuat nya menunggu
mungkin
. ---------------- dari sudut disini aku hanya mengamati meski satu persatu mulai ingin aku ketahui kapan berakhir atau kah akan dimulai takdir.
Goettingen, 18 August 2012 terinspirasi dari hasil pengamatan berbulan bulan dan bukan dengan maksud memata matai hanya ingin tau sampai dimana ^^
Langganan:
Postingan (Atom)