atau mungkin terlalu pelan
rasanya berat
entah karena berat badan saya yang membesar di angka timbangan
atau karena konsep gravitasi yang menahan langkah saya
kalau bukan karena ada yang meminta untuk berhenti sejenak saja
menyempatkan melihat apa yang sudah ditinggalkan
mungkin langkah ini akan terus ke depan
tanpa tentu
"jurang"
saya tau kok ada jurang dalam diseberang sana.
saya juga tau..
kalau ceroboh sedikit saja, saya akan terperosok masuk ke dalamnya
mungkin bahkan saya tidak akan bisa bangun lagi
bahkan mungkin
jejak kaki saya tertinggal oleh angin
dan orang pun hanya sempat mendengar jeritan kecil
tanpa bisa membedakan desau angin atau teriakan
meminta tolong
dan memilih?
lalu memangnya saya harus berjalan pelan pelan ke jurang itu
melintasinya
harus hati hati
karena yang saya jadikan pegangan adalah
diri saya
dan konsep gravitasi yang akan menahan tubuh saya agar tidak terperosok
serta takdir.
ah..
tidak ada pilihan disini.
Source: flickr.com via allegra on Pinterest
saya bisa saja kembali lagi
melupakan semua yang saya inginkan
dan membiarkan jejak kaki saya
kabur terbawa angin
dan orang tak akan pernah tahu saya
datang ke dalamnya.
lagi pula
siapa yang akan peduli
ah tentu saja saya harus berterima kasih pada mereka
yang satu persatu dengan caranya
memperingatkan saya
memberi contoh pada saya
bagaimana harus bersikap
memperingatkan saya
bagaimana untuk bisa terus melangkah
mereka, yang sempat saya mengumpat
membiarkan mereka pergi
dan melupakan yang ada
sekarang saya tau
mereka adalah orang orang
yang tiada duanya.
dan tentu saja pada Tuhan.
yang dengan cara Nya..selalu menuntun saya
membiarkan gravitasi kadang lebih besar
sehingga saya bisa tertahan
membiarkan gravitasi terlalu kecil;
sehingga saya bisa berlari mengejar momentum yang tak pernah datang untuk kedua kalinya.
dan membiarkan rasa sakit
itu menjadi senyuman
yang menyejukan hati
meringankan langkah kaki
dan pasti dengan cara Nya
ada petunjuk
kemana saya harus menuju.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar