Sabtu, 05 November 2011

layang layang #1

Dua orang tersebut duduk di meja yang sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya.
si perempuan melipat tangannya dan memandang jauh keluar jendela. Beberapa menit waktu
telah berlalu tanpa ada percakapan berarti diantara pertemuan mereka berdua kali ini.

[padahal si perempuan tadi berucap pada sang lelaki yang juga sahabat dan pendengar setianya, bahkan kadang sang lelaki berpikir dia adalah tempat sampah siperempuan.
"malam ini ada pertemuan maha penting"

sang lelaki dengan sabar menunggu sambil membuka buka gosip dan sesekali melirik sahabatnya sambil berdehem
memberi tanda.

sang lelaki tau,sebentar lagi ritual sesi cerita akan dimulai tanpa ia banyak bertanya. speerti biasa, sang perempuan selalu tahu bagaimana memulai dan menyeting cerita. agar sang sahabat mau mendengarkan dengan sabar meskipun banyak janji yang harus dihindari. sang perempuan tak peduli. mungkin dalam benak sang perempuan, pertemuan mereka adalah salah satu jadwal wajib yang tidak boleh diingkari, semacam ritual, karena entah bagaimana sang perempuan sangat menyukai ritual.

mata perempuan mulai beralih ke meja.
"aku patah hati, mimpiku terbang dan tak bisa kuraih lagi" kata sang perempuan pendek, tanpa tangis.
lalu wajahnya menunduk,, dan keluarlah cerita itu dari bibir sang perempuan
'aku kira, semua bisa aku atur. aku hanya ingin semua bahagia. fair. semua tanpa merasa dirugikan,,"

sang lelaki diam lama, menebak ke arah mana pembahasan sang perempuan. ya, sperti itu kira kira sang lelaki harus memahami perempuan itu, tanpa prolog dan clue.

"kan takdir" jawab sang lelaki masih dengan nada sabar. setelah jeda panjang, dan sang lelaki menebak apa yang sedang dibicarakan sang perempuan.

"aku cuma ingin satu hal, itu,. tanpa banyak menuntut. aku ingin semua berjalan seperti apa yang sudah aku rencanakan
" kata sang perempuan lagi

"hmm, ini bukan kuasa kamu" sang lelaki tmenjawab tanpa melihat sang perempuan. matanya menuju ke jalan dan melihat beberapa lampu yang malu malu berkelip, seperti hatinya saat ini.

(dan kamu terbiasa membuat duniamu sendiri, menyusunnya, dan tanpa membiarkan orang lain masuk
seperti sekarang). bahkan aku tidak pernah bisa masuk, tak seorangpun kamu ijinkan memahami apa yang kamu mau di dunia kamu.

sang perempuan makin kesal dengan jawaban sang lelaki, matanya mulai basah. ia tidak bisa mengungkapkan rasa.
ia hanya sekedar mengungkapkan saja.

"kamu terlalu banyak mau" kata sang lelaki pelan. bukan tanpa maksud, ia hanya ingin sang perempuan tdk terlalu memaksakan diri
dan jatuh terlalu dalam.

"aku menyerah saja:" jawab sang perempuan akhirnya. kalah. mungkin untuk hal ini. sang sahabat tak akan pernah mengerti.


Sang lelaki tau, sang perempuan tak pernah mengerti apa yang dia mau, bahkan apa yang dirinya mau. dia hanya ingin menunggu dan tanpa tau apa yang akan terjadi besok pagi.


bahkan untuk membuat sebuah film yang sangat bagus, tidak hanya di butuhkan sutradara yang handal dan pemain yang professional, akan tetapi butuh scripwriter yang sangat luar biasa. dan kamu tahu itu.
untuk itu,

kamu ada. itu sudah lebih dari cukup.



kamu bagai layang-layang..sekali terbang..hanya separuh kemungkinan dapat kembali. sumber gambar :www.ngerumpi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar