beberapa waktu ini, memang ada beberapa hal yang saya ibaratkan layang layang
saya terbangkan, saya pegang erat, tidak ingin saya lepas, meski angin diatas sana sangat kencang
kapanpun..saya harus merelakan hal itu terbang pergi, dan separuh kemungkinan bisa saya raih lagi.
istilah layang layang saya dapatkan dari cerpen dewi lestari dengan judul yang sama pada buku Madre (really love it)
layang layang saya ini,, sangat berwarna...saya membuatnya sendiri dan meskipun kemampuan saya dalam hal menerbangkan sangat minim, akan tetapi saya nekat menerbangkannya sendiri, tanpa bantuan siapapun.
Source: appleday.tumblr.com via Rose on Pinterest
layang layang saya ini,,, sangat menarik...kadang dia menarik dirinya sendiri, kadang dia mengulur dirinya sendiri panjang panjang, sampai saya kehilangan kontrol untuk memegangnya.
layang layang saya tidak rewel sama sekali, dia tidak pernah mengeluhkan tentang kemampuan saya menerbangkan dan kemampuan saya yang sangat minim dalam menebak arah.
tapi
saya menyebut layang layang saya ini sesuatu yang sangat tegar didunia.
padahal dia tau, saya bukan ahlinya, padahal dia tau awalnya saya hanya berniat membuat dan memamerkanya, dan sebagai ajang pengusir sepi. padahal dia tau, kadang dia harus siap terbang jauh apabila saya kehilangan kontrol dan ada angin yang (pasti) akan datang tiba tiba setiap saat kemudian dia akan memaksa kami berpisah.
dia tetap bersikeras pada tempatnya.
meterialnya tidaklah rumit, saya membuatnya dengan sedikit resep (aha masakan kali) yang cukup sederhana, tapi mungkin hanya saya yang mampu melakukan.
yaitu
rasa percaya dan sedikit kecerdasan untuk menipu.
Source: rubypr.com via Alexis on Pinterest
mungkin sulit menebak , bagaimana rumitnya saya membuat layang layang menjadi sesuatu yang seakan hidup.
layang layang saya
adalah sesuatu yang paling tegar didunia.
setidaknya..begitu dia ingin disebut
meskipun lebih tepatnya saya sebut
layang layang saya adalah tiada duanya.
Goettingen, 5 November 2011


Tidak ada komentar:
Posting Komentar