melalui hembusan angin, barangkali Kau titipkan sebuah pesan, ya pesan sakral yang mungkin tidak pernah sempat aku tahu, atau mungkin Kau titipkan ke barisan angka yang membentuk sebuah deret atau huruf yang membentuk sebuah kalimat menjadi kata sandi????tapi seluruh kemampuan otak ini sudah maksimal digunakan untuk memecahkan kata sandi, mungkin aku harus sering2 mengasah otak ini agar tidak semakin tumpul.
Sebuah pertanyaan besar terselip disudut hati,, mengapa Kau hilangkan tiap jeda yang aku anggap sakral..dan terlalu berharga...atau mungkin aku masih belum bisa menjawab,, seharusnya terlalu sering kukeluhkan maka akan habis sesuatu itu memberatiku..berat..berat...
mungkin,, sebenarnya Kau menitipkan pesan pada tiap momentum yang ku lalui, agar bisa dengan sepenuh hati ku genapi semua janji..agar bisa dengan sepenuh hati, ku penuhi amanah, agar dengan sepenuh hati ku mengamini setiap doa dan menghargai setiap kesempatan.
mungkin, sebenarnya..kenangan itu memberati hati, keharusan untuk segera menjadi seperti yang tertulis dalam buku pribadi ideal sangat membebani hati...seharusnya belajar saja dari tiap detik yang sudah diberikan untuk menjalani..
tapi selalu tidak bisa sendiri, terlalu berat membebani hati...harus ada teman untuk berbagi, seperti biasa...
Source: tumblr.com via Hadley on Pinterest

ini koment ku karena blm mengasah otak pie..
BalasHapussusah juga membebani hati ini.. hoho
hidup itu menarik karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi detik berikutnya.
BalasHapusdan yakinlah tiap detik bermakna, karena Dia Maha Bisa
irham : hahah
BalasHapusgito : iya ada yang lebih tau ya itu Sang Maha